SELAMAT DATANG (WELCOM IN MY BLOG)

Rabu, 01 Mei 2013

CERITA YANG MEMBUAT KITA HARUS BERSYUKUR

 

A.Hati Emas Pemulung, Adopsi 30 Bayi Terlantar

 

     Banyak orang yang tega membuang bayi yang masih hidup dengan banyak alasan. Malu karena sang bayi lahir di luar pernikahan, atau.. takut karena tidak punya  biaya untuk menghidupi sang bayi. Tapi tahukah Anda, seorang pemulung di China mampu mengadopsi 30 bayi yang dibuang. Inilah kebesaran hati Tuhan yang kadang tak mampu dirasakan semua orang.

    Nama wanita ini adalah Lou Xiaoying, usianya saat ini 88 tahun. Pekerjaannya adalah pemulung sampah, suami Lou Xiaoying telah meninggal 17 tahun yang lalu. Keadaan hidup yang sulit dan keterbatasan ekonomi tidak mengecilkan hati Lou Xiaoying untuk berbuat baik pada sesama manusia. Dia telah mengadopsi 30 bayi sejak tahun 1972.

    Walaupun usianya sudah menua, kebaikan hati Lou Xiaoying tidak surut dimakan usia. Anak adopsi yang paling muda saat ini berusia enam tahun, namanya Zhang Qilin. Lou Xiaoying menemukan bayi tersebut di tempat sampah. Dengan kondisi yang lemah, wanita itu membawa sang bayi ke rumahnya yang sangat kecil untuk dirawat. "Kini dia sudah menjadi anak yang sehat dan bahagia," ujar Lou Xiaoying.
(c) idigitaltimes
Lou Xiaoying (c) idigitaltimes
Sementara itu, anak adopsi pertama ditemukan Lou Xiaoying di jalan, seorang bayi perempuan. "Ia terbaring di antara sampah di jalan, terlantar," kenang wanita tua itu. Dengan keterbatasan Tidak semua bayi yang ditemukan dan dirawat Lou Xiaoying terus bersamanya hingga dewasa. Beberapa di antara mereka diadopsi keluarga yang lebih mampu.

"Saya tidak mengerti mengapa orang-orang tega meninggalkan bayi selemah itu di jalan," ujar Lou Xiaoying. Baginya, bayi-bayi tersebut adalah makhluk hidup yang berharga, mereka seharusnya mendapat kasih sayang dan cinta.

Kisah ini mulai menyebar ke seluruh China dan mendapat perhatian dunia. Seseorang yang menaruh simpati pada kisah ini Seseorang yang simpatik terhadap Lou mengatakan bahwa pemerintah, sekolah, dan masyarakat China yang tak berbuat apa-apa seharusnya malu pada Lou. “Dia tak punya uang atau kekuasaan, tetapi mampu menyelamatkan anak-anak dari kematian dan kondisi yang lebih parah,” ungkapnya.

Kisah nyata ini membuktikan bahwa kebaikan hati seseorang tidak dapat dinilai dengan materi. Seorang pemulung sampah yang kehidupannya sulit bisa memiliki hati semulia emas.

Jadilah manusia yang berguna untuk orang lain. Jangan menunggu materi atau kesempatan. Hati mulia yang akan menuntun Anda.

 

Pria Ini Mengayuh Becak Sambil Mengasuh Bayinya

 


(c) dailymail.co.uk

Vemale.com - Hati siapa yang tidak tersentuh melihat seorang pria menarik becak di siang hari yang panas sambil menggendong bayi? Hal ini benar-benar terjadi di India. Pria ini mengasuh bayinya karena sang istri meninggal setelah melahirkan dan tidak ada yang bersedia merawat sang bayi.
Dilansir Dailymail, nama pria ini adalah Bablu Jatav, 38 tahun. Dia dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Damini setelah menikah selama 15 tahun dengan istrinya, Shanti. Pak Bablu mengatakan bahwa dia sangat senang diberkati seorang putri, tetapi dia menyimpan kesedihan mendalam karena sang istri meninggal sesaat setelah melahirkan.
(c) dailymail.co.uk
"Shanti meninggal tidak lama setelah melahirkan di rumah sakit pada tanggal 20 September," ujar pak Bablu. "Sejak saat itu, belum ada seorang pun yang mau merawat putri saya, sehingga saya yang merawatnya, bahkan pada saat saya menarik becak," lanjutnya.
Pekerjaan pak Bablu sehari-hari adalah penarik becak di kota Bharatpur. Dia tidak memiliki saudara yang bisa merawat bayinya, sehingga jalan satu-satunya adalah merawat sang putri sambil bekerja. Pak Bablu menggendong bayinya dengan kain yang dililitkan di leher. Hal ini terpaksa dia lakukan, bahkan di tengah hari yang sangat panas.
(c) dailymail.co.uk
Kondisi ini memang memprihatinkan, terutama bagi Damini yang masih sangat kecil. Panasnya matahari dan kondisi jalanan membuatnya harus dilarikan di rumah sakit Jaipur beberapa waktu yang lalu. Sang bayi mengalami septikemia, anemia dan dehidrasi akut. Untungnya, kondisi sang bayi membaik setelah dirawat.
Berita ini dengan cepat menyebar di India, sehingga banyak tawaran bantuan yang diterima oleh pak Bablu. Besar kemungkinan bahwa pemerintah India setempat sedang memproses cara untuk membantu merawat sang bayi. Semoga bantuan segera datang, sehingga bayi perempuan ini mendapat perawatan yang lebih baik.
Ladies, jangan remehkan cinta seorang ayah. Sudahkah Anda berterima kasih pada beliau?



C.Donatur Besar Ini Hanyalah Penjual Sayur

 

 


     Kita seringkali berpikir bahwa untuk bisa membantu orang yang membutuhkan, kita harus jadi orang kaya atau setidaknya punya banyak uang. Mungkin wanita ini menyetujui setengah dari pemikiran itu. Chen Shu Chu, seorang penjual sayur di Taiwan, berusaha mengumpulkan uang untuk membantu orang-orang yang kesusah.
     Ia bukan berusaha menjadi orang kaya yang membantu banyak orang, namun ia membantu dengan segala yang ia dapatkan dari berjualan sayur. Kurang lebih ia sudah mendonasikan sekitar Rp 3 miliar lebih dari hasil penjualannya. Menurut sebuah koran, Chen Shu Chu mengatakan, "Uang itu akan bernilai ketika kita gunakan untuk mereka yang membutuhkan." Hal ini ia lakukan karena ia terinspirasi dari pengalamannya saat masih kecil, di mana ia mengalami kesulitan dan kemiskinan.
Bila dijabarkan, uang Rp 3 miliar yang didonasikannya sudah digunakan sekitar Rp 320 juta untuk anak-anak, Rp 144 juta untuk membangun perpustakaan sekolahnya dan Rp 320 juta untuk anak yatim piatu di daerahnya. Meski sudah mendonasikan sebanyak itu, namun wanita ini tidak berencana untuk berhenti menjadi donatur.

 http://www.youtube.com/watch?v=T80Ie5yo3rc&feature=player_embedded

    Meski sudah menjadi pembicaraan di seluruh dunia, namun wanita ini tetap rendah hati. Ia tidak bercerita banyak, karena menurutnya tidak ada yang bisa diceritakan. Ia hanya menjual sayur dan kemudian mendonasikannya, tidak ada hal lain dan dia tidak sedang berkompetisi dengan orang kaya mana pun. Sikap terpuji ini membuatnya pernah masuk sebagai 100 orang paling berpengaruh di tahun 2010 dan memenangkan gelar kedermawanan dari Forbes Asia.
Lepas dari nilai fantastis yang sudah dihasilkannya, serta gelar yang dimiliki tas apa yang ia lakukan, mari kita sederhanakan pemikiran wah ini. Bahwa sebenarnya, semua ini dimulai hanya dari berjualan sayur di pasar. Sebuah tempat di mana perekonomian menengah ke bawah dimulai. Chen Shu Chu bukan pemilik saham perusahaan besar, namun ia sudah menanamkan saham kebaikan dalam hidupnya. Ia melakukan hal sederhana, namun menghasilkan perbuatan yang mengagumkan.
Wanita 59 tahun ini memulai harinya pukul 3 pagi ke pasar di mana toko sayurnya berada, kemudian ia akan pulang pukul delapan malam. Ia menjadi yang pertama datang dan menjadi yang terakhir pulang di pasar tersebut. Chen Shu Chu hanya butuh bekerja dan tempat untuk tidur, ia menggunakan uang seperlunya. Sebuah kehidupan yang sangat sederhana, jauh dari kemewahan.
Yang dapat kita pelajari dari ibu ini adalah tekadnya. Kita tidak perlu ikut-ikutan jualan sayur. Namun dengan apa yang kita miliki, kita bisa membantu orang-orang dengan cara yang tidak muluk-muluk. Chen Shu Chu telah menjadi legenda di Asia. Berkat apa yang ia lakukan, kini mulai muncul banyak orang yang membantu sesamanya di Asia. Bagaimana dengan Anda?
(c) odditycentral.com
"Jangan sekedar bermimpi menjadi orang kaya, jadilah orang yang berhati kaya."






4.Cinta Yang Tak Pudar Walau Istriku Hilang Ingatan

 

 


Kim dan Krickitt Carpenter adalah pasangan yang berasal dari Las Vegas, New Mexico. Pekerjaan Kim sebagai pelatih basket dan Krickitt yang bekerja di perusahaan olahraga mempertemukan mereka. Seperti pertemuan sepasang manusia pada umumnya, mereka berdua mulai merasakan getar cinta dan melakukan pendekatan. Saat itu, usia Kim 27 tahun, dan Krickitt 24 tahun.
"Saat itu, belum ada Skype, SMS atau Facebook. Kami sering berbincang jarak jauh melalui telepon dan menulis ratusan surat cinta. Kami seperti mengenal satu sama lain, bahkan sebelum kami bertemu," demikian yang dikatakan Krickitt.
Mereka hanya perlu enam bulan untuk melakukan penjajakan atau pacaran. Setelah melewati masa tersebut, Kim dan Krickitt memutuskan untuk menikah. Bahagia dan penuh cinta, seperti itulah kebahagiaan mereka. Sayangnya, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama.



Dua bulan setelah menikah, mereka berencana akan merayakan Thanksgiving di rumah orang tua Krickitt. Mereka mengendarai mobil menuju Arizona. Di tengah perjalanan, sebuah truk menabrak mobil Kim dan Krickitt.
Kecelakaan tragis tersebut membuat mobil yang mereka kendarai terguling dan remuk. Petugas harus memotong beberapa bagian mobil untuk mengeluarkan mereka berdua. Krickitt tidak sadarkan diri dan langsung diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit. Sedangkan Kim mengalami luka ringan, termasuk tulang iga dan hidung yang patah.
Krickitt mengalami koma selama empat bulan, selama masa kritis itu, Kim terus menemani istrinya. Saat sang istri sadar, Kim gembira sekaligus berduka. Walaupun sudah membuka mata dan sadarkan diri, Krickitt mengalami hilang ingatan. Dalam ingatan wanita tersebut, Kim adalah pria asing yang tidak ia kenali.











Cedera di bagian kepala yang dialami Krickitt membuatnya kehilangan ingatan jangka pendek. Ingatannya dua tahun sebelum kecelakaan hilang total. Saat ditanya perawat, Krickitt mengatakan dia belum menikah, dia bisa mengingat nama beberapa mantan pacarnya, tetapi dia tidak ingat suaminya yang dengan sabar dan setia menemani Krickitt yang koma selama berbulan-bulan.
"Setelah kecelakaan, dia (Krickitt) tidak hanya lupa kami telah menikah, dia bahkan tidak mengenaliku," ujar Kim, "Aku tentu sangat kecewa, tetapi aku mencoba untuk tidak membesar-besarkannya, karena aku senang dia masih hidup."
Dengan fakta menyakitkan tersebut, Kim bertekat tidak akan meninggalkan istrinya, sebagaimana janji pernikahan yang telah mereka ucapkan saat menikah. Dia percaya bahwa rehabilitasi akan membuat ingatan Krickitt kembali. Kim tetap mencintai istrinya, walaupun sang istri tidak ingat apapun tentang dirinya. Walaupun Krickitt mengatakan dia tidak memiliki perasaan cinta untuk Kim sebagai efek ingatannya yang hilang.

 




Berbeda dengan Kim yang optimis akan kesembuhan Krickitt melalui rehabilitasi, sang istri justru membenci Kim. Dia tidak suka disuruh-suruh melakukan rehabilitasi oleh pria asing, dia bahkan mengatakan bahwa dia membenci Kim. Sifat Krickitt setelah kecelakaan memang mengalami perubahan, wanita tersebut menjadi pemarah, tidak sabaran dan agresif, sangat berbeda dengan Krickitt yang dulu periang dan penuh semangat.
Orang tua Krickitt berkali-kali mengingatkan bahwa bagaimanapun, Kim adalah suaminya. Sekeras apapun usaha Krickitt, dia tidak juga mendapatkan perasaan cinta untuk suaminya. Wanita itu mengaku dia tidak mengalami jantung berdebar atau kaki lemas seperti orang jatuh cinta pada umumnya. Walaupun begitu, Kim tidak sedikit pun meninggalkan istrinya, dia tetap mencintai Krickitt dan segala perubahan sikap yang dialami.
Mereka berusaha membangun hubungan dari nol. Mereka mulai berkencan, nonton film, makan malam bersama, dan melakukan hal romantis lainnya. Usaha ini tidak sia-sia, tiga tahun setelah peristiwa tragis yang mereka alami, Kim dan Krickitt menikah kembali untuk memberikan ingatan yang segar atas pernikahan terdahulu mereka pada Krickitt.

 




Tahun demi tahun berlalu, saat ini Kim sudah berusia 45 tahun dan Krickitt berusia 42 tahun. Selama 18 tahun pernikahan, mereka mendapatkan dua buah hati, Danny (11 tahun) dan LeeAnn (8 tahun).
"Kami telah menikah 18 tahun, sekarang aku punya banyak kenangan bersama Kim," ujar Krickitt. "Walaupun hubungan kami tidak seperti dulu (sebelum kecelakaan), aku rasa hubungan kami lebih kuat dengan apa yang telah kami jalani bersama," lanjutnya.
Kisah cinta mereka yang mengharukan dan penuh perjuangan menjadi ilham sebuah film berjudul Vow. Film tersebut telah dirilis pada bulan Februari tahun ini. Kim dan Krickitt juga menuliskan kisah mereka dalam buku yang berjudul The Vow: The Kim and Krickitt Carpenter Story.
Sebuah perjalanan cinta yang hebat. Perjuangan Kim untuk memegang teguh janji pernikahannya dan terus mencintai sang istri walaupun ingatannya hilang, walaupun sifatnya berubah. Dan tentu saja, perjuangan Krickitt untuk belajar mencintai (lagi) suaminya.
"Aku tahu hebatnya istriku sebelum kecelakaan, dan aku yakin dia akan kembali. Semarah apapun dia, dan sekeras apapun kami bertengkar, aku tahu aku harus tetap bertahan dan mencoba,“ ujar Kim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar